“Saya memaklumi masih banyak masalah yang melanda Singkil. Kita sebagai makhluk Allah yang paling mulia, yang dianugerahi dengan kemampuan berpikir melebihi makhluk Allah lainnya, mesti berpikir solutif untuk mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi. Tidak boleh pasrah saja,” kata Taqwaddin.
Taqwaddin, juga menyampaikan terkait masalah banjir yang sedang dihadapi. “Kita tak boleh pasrah saja, tetapi mesti kita pikirkan solusi mengatasinya. Jika kita yang di Singkil ini tak mampu mengatasinya, maka kita harus minta bantu pada pihak Pemerintah Provinsi Aceh yang lebih luas kuasa dan kewenangannya. ‘Dan jika Pemerintah Aceh tak mampu, maka tidak salah jika kita meminta pihak Pemerintah Pusat untuk peduli mengatasi persoalan banjir ini yang sudah menahun lamanya,” ungkap Taqwaddin.
Terakhir, melalui forum tersebut Taqwaddin minta kepada MPD ICMI Aceh Singkil untuk serius memberikan kontribusi pemikirannya mengatasi masalah banjir ini dari perspektif hulu ke hilir. “Artinya, pendekatannya harus holistik,” ungkap Dr Taqwaddin, Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor yang juga Dosen Pascasarjana pada prodi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala.
“Silakan komunikasi dan koordinasi dengan semua Anggota DPR RI yang mewakili Dapil ini, serta dengan berbagai pejabat tinggi kementerian atau bahkan langsung menyampaikan masalah ini ke Presiden agar beliau
mengatasi masalah banjir ini melalui proyek strategis nasional (PSN),” terang Taqwaddin.
“Hemat saya jika masalah ini sampai ke Presiden, saya yakin bapak Presiden akan peduli untuk mengatasinya, apalagi figur Prabowo yang memang dikenal lebih empati pada persoalan kebencanaan,” jelasnya.






