Marwah dan Integritas KPK Dipertaruhkan di Bumi Serambi Mekah

Mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA)/ Ist

Mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) itu juga mengaku heran, dari sejumlah pejabat mulai dari sekda, kadis, salah satu pengusaha yang disebut-sebut berkaitan, hingga PPTK yang telah dipanggil KPK, sampai detik ini KPK seakan belum berani untuk memanggil langsung Gubernur Aceh yang khabarnya tengah positif covid-19. “Kita heran, koq KPK terkesan tidak berani memanggil dan menyelidiki pimpinan tunggal di Aceh yakni Gubernur Aceh, padahal kebijakan tertinggi di Pemerintah Aceh ada di tangan beliau, dan beliau yang memimpin Aceh secara tunggal tentu lebih memahami persoalan ini secara lebih rinci. Sayangnya KPK belum berani memanggil orang nomor satu di Aceh itu dikarenakan adanya keterangan positif covid-19,”ujarnya.

Saat ini, menurut Delky, masyarakat justru bertanya, apakah KPK sudah memiliki bukti hasil swab PCR yang bersangkutan, atau apakah KPK tidak punya cara lain untuk untuk terus bergerak maksimal di tengah pendemi. “Semua hal tersebut menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat Aceh di warung kopi atau di media sosial. Alangkah eloknya demi menjaga Marwah dan Integritas KPK di mata masyarakat Aceh serta demi menghindari menghindari isu-isu miring, maka kami menyarankan dilakukan swab PCR ulang dengan melibatkan Laboratorium kampus Unsyiah sebagai pihak yang dianggap kredibel, independen dan masih sangat dipercaya publik,”pintanya.

Menurut Delky, peran serta kampus jantong hatee rakyat Aceh dalam melakukan tes swab PCR itu sangat penting untuk membuktikan kepada publik bahwa Gubernur Aceh tidak sedang bersembunyi dengan dalih covid-19 untuk menghindari KPK.

Pos terkait