Minta KPK Gandeng Unsyiah Lakukan Test Swab PCR Untuk Gubernur
APJN.net – Banda Aceh | Gerak cepat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aceh kini sedang menuai pujian dan apresiasi di tengah masyarakat. Namun demikian berhasil atau tidaknya KPK mengungkap indikasi Mega Korupsi di Aceh akan berdampak langsung kepada marwah dan integritas KPK di mata masyarakat Aceh.
“Sebagai masyarakat sipil, kita meminta agar indikasi Mega Korupsi di Aceh dapat dibongkar dan diusut secara tuntas hingga ke akar-akarnya. Dan masyarakat Aceh tentunya akan sangat kecewa jika pengusutan indikasi Mega Korupsi tersebut masuk angin dan terhenti setengah jalan nantinya. Disini, Marwah dan Integritas KPK dipertaruhkan di bumi serambi Mekkah,”ungkap Sekretaris Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Delky Nofrizal Qutni kepada media, Selasa (22/06/2021).
Menurut Delky, masyarakat Aceh sangat berharap agar KPK sebagai tumpuan harapan masyarakat Aceh dapat membongkar dan menindaklanjuti sederet indikasi Mega Korupsi yang telah mencoreng nama baik provinsi berlabel syari’at Islam tersebut. “Sederet indikasi Mega korupsi mulai dari skandal skema alih fungsi blok B, skandal pengadaan Kapal Aceh Hebat yang menyerap anggaran hingga 178 Milyar, indikasi Gurita Korupsi Proyek MYC pembangunan 14 ruas jalan dengan anggaran mencapai 2,4 triliun rupiah, pembangunan gedung Oncology RSZA, dan pembangunan jembatan Kilangan Aceh Singkil yang mencapai puluhan milyar rupiah hingga penggunaan dana BTT Covid-19 sebanyak 118 M dan dana refokusing Covid-19 dengan anggaran triliunan rupiah yang terus menjadi misteri sekaligus tanda tanya bagi masyarakat Aceh. Kehadiran KPK yang sudah lama dirindukan sangat diharapkan dapat menjadi cahaya ditengah kegelapan, menegak hukum secara adil tanpa pandang bulu,”tegasnya.






