Mantan Advokasi FPMP Aceh Desak Menteri BUMN Lakukan Evaluasi Manajemen BSI

Mantan Advokasi FPMP Aceh Delky Nofrizal Qutni/ photo Ist

APJN.net – Banda Aceh | Kebijakan sepihak pemblokiran rekening mendadak oleh Bank Syari’ah Indonesia (BSI) membuat masyarakat semakin resah dan susah.

“Seharusnya komisaris dan manajemen BSI mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, bukan sebatas sosialisasi mendadak via SMS center 2-3 hari sebelum migrasi sepihak itu dilakukan,” ungkap mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh, Delky Nofrizal Qutni, kepada apjn.net, melalui pesan WhatshApp, Jumat, (11/6/2021).

Selain itu tambahnya manajemen semestinya mempersiapkan sesuatu secara matang, sehingga tidak hanya bisanya membuat nasabah sulit dan susah bertransaksi.

Menurut Delky, seharusnya BSI yang katanya menganut konsep syari’ah itu memberitahukan dulu kepada nasabah atau masyarakat bersedia atau tidak di mutasi beserta ketentuannya, jika tidak mereka atau para nasabah bisa saja pindah ke Bank lainnya sebelum proses migrasi atau dilakukan secara bertahap, semisal nasabah diberi waktu satu bulan untuk memindahkan rekeningnya ke BSI atau menarik uangnya dipindahkan ke bank lain.

“Inikan kebijakannya sepihak, tiba-tiba masuk sms 2-3 hari kerja sebelum itu, lalu ATM yang belum migrasi langsung tidak bisa digunakan atau kadaluarsa,”jelasnya.

Belum lagi, kata Delky, masyarakat/nasabah kesulitan untuk migrasi. Walaupun penjelasan pihak BSI begitu mudah, padahal banyak yang mengalami kesulitan dan terpaksa ngantri panjang di kantor BSI. Lalu bagaimana dengan masyarakat yang tidak sempat atau jaraknya jauh dengan kantor BSI.

Pos terkait