“Kami hadir sejak Senin, berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengintensifikasi kegiatan apa saja yang perlu dilakukan, dan mitra kerja mana saja yang perlu di rangkul, baik masyarakat, media, ulama, maupun MPU.
Menurutnya, pandemi ini merupakan ujian kemanusiaan dan tidak akan bisa diselesaikan oleh satu pihak, baik itu pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri sendiri.
“Kita semua termasuk saya, dan semua yang ada dan komunitas komunitas di Aceh, khususnya media yang begitu sangat besar sekali pengaruhnya terhadap berita berita yang terkadang tidak benar untuk disampaikan.
Karena dikatakannya, media mampu membentuk opini publik. Apakah masyarakat mau menerima vaksinasi atau tidak sebab media juga bisa memberikan dorongan pemerintah untuk bisa lebih serius melakukan penanganan Covid-19 dan memberikan rekomendasi rekomendasi tentang apa yang harus dilakukan.
Kuncinya satu kata Fitri, yakni kolaborasi sebagaimana budaya kita adalah bergotong royong. Begitupun yang diajarkan juga dalam beragama yakni saling tolong menolong untuk menyelesaikan permasalahan ini bersama sama.
Dikatakannya, Uncef sudah lama di Aceh, dan disini Unicef sifatnya memberikan bantuan dukungan teknis pada Pemerintah Aceh, bukan hanya isu kesehatan, namun dari berbagai isu yang ada. Di mulai dari isu pendidikan, kesehatan, gizi anak, hingga bansos.
“Unicef sudah lama berada di Aceh sejak tsunami hingga sampai saat ini masih terus berada di Aceh. Umumnya kita bersama beberapa LSM, Yayasan darah untuk Aceh, PKPI, dan seluruh Stakeholder, termasuk dengan organisasi profesi jurnalis, yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI),” tutupnya. [red]






