Beri Pemahaman Covid-19 dan Vaksin, Unicef Gandeng Relawan TIK Aceh Ngopi Bareng Penuh Inspiratif Bersama Komunitas

Dikatakan pihaknya telah banyak mendengar dan masukan masyarakat Aceh dari semua komponen, baik itu pedagang, pengusaha, pelajar dan mahasiswa mengharapkan agar semuanya ini bisa kembali normal, dan khususnya para pedagang agar dapat berdagang di malam hari.

“Bisa beraktifitas seperti sedia kala, yang sekolah bisa bersekolah, yang punya usaha pengen kembali berusaha, yang beribadah kembali beribadah dengan normal. Dan semuanya itu bisa tercapai kalau kita semua bisa terhindar dari penularan covid-19,” paparnya.

Rizky Ika Syafitri mengatakan kehadiran pihaknya bekerjasama dengan Dinas kesehatan Provinsi Aceh, dalam hal ini Gubernur, PKK, organisasi masyarakat, dan sejumlah komunitas untuk memastikan agar masyarakat tahu kemana harus mencari informasi yang benar tentang covid-19 dan juga vaksin.

Karena menurutnya sekarang ini banyak sekali beredar Hoaxs termasuk di Aceh terhadap berbagai informasi yang tidak benar yang menyatakan bahwa ada Chip di Vaksin Sinovac, begitupun Vaksin bisa membuat orang mandul dan sebagainya.

Untuk itu tambahnya, kehadiran pihaknya disini untuk memastikan agar masyarakat mengetahui bagaimana bisa mendapatkan informasi yang benar.

Dia mengatakan sebenarnya terkait informasi tentang dampak Covid-19 ini sudah lama dilakukan oleh pemerintah Aceh sejak awal pandemi covid-19 ini mewabah.

Hanya saja, kita melihat cakupan vaksinasi ini masih rendah di Aceh di banding daerah lain, khususnya di kelompok lansia.

Apa lagi sekarang Aceh masuk dalam zona merah, oleh karena itu kami dari KPCPEN dan Unicef memandang hal ini sangat perlu untuk memberikan teknikal asisten bantuan untuk provinsi provinsi dan daerah daerah yang memang dianggap perlu dibantu untuk dapat memberikan pemahaman terhadap masyarakat.

Pos terkait