YARA Sebut Kehadiran Bank Konvensional sudah sangat Mendesak di Aceh Agar PON XXI Tak Cacat

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH MH | Foto Ist.

Selanjutnya, Safaruddin meminta Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah, agar tak ragu dalam mengundang kehadiran semua bank konvensional di Aceh yang pernah ada sebelum tahun 2021.

“Sebab, kalau terjadi kekacauan nantinya pasti Pj Gubernur yang pertama sekali disalahkan, yang lain pasti tiarap semua. Makanya Pj Gubernur harus bertindak segera, sebelum terlambat,” ucapnya.

Dikatakan Safaruddin, semakin banyak tersedia layanan perbankan di Aceh maka semakin bagus, karena persaingan bisnis akan terjadi, sehingga monopoli satu sistem layanan perbankan akan berakhir.

“Akan banyak sumber pendanaan usaha rakyat dengan tingkat persentase suku bunga yang kompetitif. Bank adalah lembaga komersil yang mengedepankan laba, jadi biarkan rakyat memilih mana yang murah, mudah dan ramah,” ujarnya lagi.

Safaruddin, berharap agar elite Aceh untuk berpikir terbuka, rasional serta mampu bersaing secara global dan tidak mengisolasi Aceh dari pergaulan global.

“Saya membaca ada pihak yang menginginkan Aceh ini terpuruk dari pergaulan nasional dan global. Sedih sekali kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Safaruddin, Aceh adalah bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia sehingga jangan ada upaya mengisolasi Aceh dari pergaulan bisnis multinasional.

“Jangan bawa Aceh untuk hidup di bawah tempurung. Aceh tak mungkin hidup sendiri,” pungkas Safaruddin yang aktif melakukan advokasi publik di Aceh. (*)

Pos terkait