APJN.net – Banda Aceh | Advokat Aceh, Ramli Husen, SH, yang juga merupakan penasehat hukum di salah satu media portal online Aceh tersebut, sempat menceritakan banyak hal kenangan semasa kecilnya di rumah kediaman orang tua Alm Prof Dr Syamsuddin Mahmud.
“Saya kemarin, sempat ikut pulang kampung dan singgah di rumah duka Prof Syamsuddin Mahmud, di Meunasah Dayah, gampong Lada, Beureunuen, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.
“Semoga Alm diterima di sisi-Nya, Aamiin,” ujar Advokat Aceh, Ramli Husen, SH, melalui pesan WhatshApp, bercerita usai sejenak rehat mengenang masa kecilnya, ketika belajar mengaji di rumah induk orang tua Prof Dr Syamsuddin Mahmud, sambil minum kopi di Hope Kupi, Minggu (23/5/2021).
Ramli, sempat mengabadikan beberapa gambar bagian rumah induk tempat kelahiran Alm, Prof Dr Syamsuddin Mahmud, mantan Gubenur Aceh periode 1993-2000.
“Berupa rumah Aceh. Masih Rumah jaman,” sebut Ramli, sejenak mengenang masa lalu.
Dikatakan Ramli, semasa kecilnya penuh kenangan di rumah orang tua Syamsuddin Mahmud, karena di rumah itu tempat ianya mengaji dan belajar ilmu agama, karena Alm, Tgk Mahmud, yang merupakan orang tua Syamsuddin Mahmud adalah guru ngaji di gampong tersebut.
“Orang tua Syamsuddin Mahmud, lebih di kenal dengan sapaan Chiek Mud,” jelas Ramli.
Sebut Ramli, Tgk Mahmud, mampu menghafal Al quran 30 Jus. “Beliau mengajarkan kami mengaji tanpa harus membuka Al Quran,” tuturnya penuh kenangan.
Selanjutnya, kata Ramli, pengajian di gelar setelah pulang dari shalat insya berjamaah di meunasah karena beliau imam meunasah.
Tgk Mahmud membuka pengajian di rumahnya tersebut tanpa pamrih, tidak ada pungutan biaya, niatnya mendidik anak anak dalam belajar ilmu agama untuk bekal di kala dewasa serta mengharapkan ridho Allah semata.
Seingat kami tambahnya, ketika itu Alm Prof Dr Syamsuddin Mahmud, sudah menjadi dosen di Unsyiah bahkan beliau baru pulang menyelesaikan pendidikannya dari Belgia.
“Itu kami dengar dari cerita Ayahnya atau guru ngaji kami Chik Mud. Jumlah kami yang mengaji lumayan banyak ada yang laki laki juga ada yang perempuan umumnya warga gampong Lada,” tutup Ramli, sambil meneguk secangkir kopi hangat yang telah tersedia. []






