
“Innalillahi Wa Inna illaihi rajiun,” ujarnya, seraya menyampaikan Duka atas Wafatnya Ulama Aceh Walet Ibrahim.
“Semoga Ulama dan Tokoh Aceh tersebut di muliakan Allah,” ucap Ketua BAS Aceh itu, sembari terserat rasa duka.
“Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala dosa-dosanya, dan diterima dalam keadaan husnul khatimah,” tuturnya.
Walet Ibrahim Usman, merupakan Pimpinan Dayah Raudhatut Thalibah, Desa Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, itu dilaporkan oleh akun resmi media sosial Dayah Ulee Titi, Sabtu pagi.
Dikabarkan, Pimpinan Dayah Raudhatut Thalibah atau Dayah Putri Ulee Titi, Waled Ibrahim, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, sekitar pukul 09:55 WIB.
Waled Ibrahim meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Meuraxa Banda Aceh setelah tertabrak pengemudi sepeda motor jenis CBR.
Lakalantas yang terjadi di wilayah hukum Polsek Ingin Jaya Polresta Banda Aceh tersebut melibatkan pengemudi sepmor CBR Nopol B 6600 USP atas nama Bismi Rahman (21), pekerjaan swsta, warga Cadek, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.
Waktu itu pengemudi sepmor sedang melaju dari arah Banda Aceh ke arah bundaran Lambaro.
Setiba di depan Swalayan Lambaro tiba-tiba ada seorang laki-laki menyeberang jalan diperkirakan untuk berbelanja.
Menurut saksi mata, sepmor CBR yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi tak bisa mengelak tabrakan dengan korban yang sedang menyeberang.
Dalam penelusuran lebih lanjut ternyata laki-laki yang menyeberang jalan tersebut adalah Waled Ibrahim.
Foto-foto dan video yang menyebar di jejaring medsos terlihat darah mengalir di aspal jalan di samping korban yang mengenakan helm diduga pengemudi sepmor, sedangkan seorang lagi diduga Waled Ibrahim dibopong (diangkat) oleh seorang warga, dan langsung dilarikan ke RS Meuraxa Banda Aceh. Namun Waled Ibrahim meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.[]






