Kecelakaan Lalu Lintas Didominasi Pengendara 16-30 Tahun

FOTO: Dirlantas Polda Aceh Kombes M Iqbal Alqudusy | Dok Ist

Sedangkan penggunaan handphone sambil berkendara dan mengendara dalam keadaan mabuk baik roda dua maupun roda empat adalah nihil. Secara keseluruhan, pelanggaran yang terjadi adalah 2.053 kasus, dengan rincian: roda dua 1750 kasus dan roda empat atau lebih sebanyak 303 kasus.

Iqbal juga menyampaikan, terhitung 4-17 September 2023 telah terjadi 57 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 12 orang, luka berat 5 orang, luka ringan 84 orang, dengan kerugian materi sebanyak Rp154,2 juta.

“Terkait pelanggaran yang terjadi, Satgas Ops Zebra 2023 juga melakukan penindakan berupa teguran sebanyak 14.619 kali, ETLE Statis 129 kali, ETLE mobile 9 kali, dan tilang manual 1.915 kali. Jika dibandingkan dengan penindakan pelanggaran pada Ops Zebra 2022, angka penindakan naik 2.689 kali atau 19 persen,” jelas Iqbal.

Namun demikian, kata Iqbal lagi, pihaknya terus berupaya meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi melalui Dikmas lantas, baik dalam bentuk edukasi maupun sosialisasi lewat media cetak, media elektronik, media sosial, dan memasang penerangan di daerah rawan kecelakaan.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media juga yang selama ini sudah membantu kami dalam mempublikasikan Kamseltibcarlantas. Harus diakui peran media juga sangat besar dan penting bagi Polantas dalam mensosialisasikan tertib berlalu lintas. Matur nuwun banget,” ucap Iqbal dalam logat jawa.

Iqbal menambahkan, selama ini pihaknya juga telah memasang spanduk, leaflet, sticker, dan billboard yang berisi imbauan atau informasi terkait lalu lintas. Upaya itu juga dibarengi dengan kegiatan pengaturan jalan, penjagaan di daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran, pengawalan, dan patroli (Turjawali).

Pos terkait