Rabu Abeh Menjaga Tradisi Mengembangkan Peradaban

Oleh: Dr Tasmiati Emsa SH MSi

Gampong Lambada dan seluruh gampong di kemukiman Lamteuba Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar masih menjaga, melestarikan dengan melaksanakan tradisi “Tulak Bala” atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rabu Abeh (hari rabu terakhir).

Setiap tahun pada Rabu terakhir di bulan Safar, dalam tarikh Islam, sering disebut juga bulan panas (buleun seuum).

Seluruh masyarakat kemukiman Lamteuba akan memanjatkan doa bersama-sama agar dijauhkan segala macam penyakit, berbagai bentuk macam Bala maupun bencana di muka bumi. Oleh sebab itu, masyarakat kemukiman Lamteuba Aceh melakukan ritual untuk menolak bala tersebut.

Tradisi Rabu Abeh diisi dengan salawat dan berzikir, maupun doa-doa untuk menolak bala dipimpin oleh Tgk. Mukim/Ustad gampong masing-masing.

Setelah berzikir dan berdoa dilanjutkan dengan kenduri alias makan bersama. Setiap rumah membawa nasi dan lauk-pauk dari rumah, lauk hewan yang halal dimakan (ayam itek, kambing sapi, ikan) akan dimasak dilokasi kenduri. Setiap rumah melebihkan membawa 3 bungkus bu kulah (nasi bungkus) untuk tamu atau warga lainnya.

Setelah doa bersama Masyarakat Meuramin/ kenduri alias makan bersama yang sudah dibawa dari rumah masing-masing. Untuk kaum pria kanduri dalam mesjid/meunasah, sedangkan kaum ibu ibu dan anak anak di luar meunasah.

Semoga Gampong Lambada dan seluruh gampong Kemukiman Lamteuba terus merawat agar tidak punah meski melestarikan tradisi zaman terus berkembang, kanduri Rabu Abeh/Tolak Bala tiap tahun tetap dilaksanakan.

Pos terkait