APJN .net -Tapaktuan | Jubir Kaukus Peduli Atjeh (KPA) Refan Kumbara, meminta perhatian pemerintah terhadap mantan kombatan GAM Meukek, Ismuhardi karena sudah setahun terbaring dipembaringan di rumahnya karena sakit yang di deritanya.
Refan Kumbara, mengatakan merasa terpanggil jiwanya hingga bersama rekan rekannya menjeguk langsung dikediamannya, di desa Jambo Papeun, kecamatan Meukek, Aceh Selatan.
Anak dari Ilyas dan Almarhumah Rasmiah itu telah satu tahun mengalami sakit parah dan terbaring di pembaringan atas penyakit yang di deritanya, yakni darah manis.
Pria berusia 38 tahun tersebut tergolong dari keluarga yang tidak mampu dan kini harus tinggal bersama abang kandungnya yang keseharian bekerja sebagai petani.
Ia pun hanya bisa berserah diri kepada Allah atas penyakit yang menimpa adik kandungnya itu, seraya berharap perhatian pemerintah.
Refan Kumbara Jubir KPA tersebut, melalui pres relis kepada APJN.net Minggu, (9/5), mengatakan telah melihat langsung kondisi Ismuhardi.
Ia mengatakan begitu sangat miris dan tersaud jiwanya melihat kondisi penyakit yang di derita Ismurhadi hingga tak berdaya.
Ismuhardi merupakan mantan Kombatan GAM pasca konflik Aceh beberapa tahun silam.
“Pria ini pernah berjuang untuk Aceh, namun nasib yang menimpa dirinya hari ini mengatakan lain, ia tak berdaya karena terbaring di pembaringan dan sangat membutuhkan uluran tangan dari kita semua khususnya pemerintah untuk meringankan beban penyakit yang di deritanya,” tutur Refan.
Refan Kumbara yang juga pengurus GRMA Asel ini meminta pemerintah Aceh Selatan, dalam hal ini bupati Tgk Amran, mantan GAM yang pernah berjuang bersama-sama Ismuhardi, semasa konflik dulu agar kiranya dapat memberikan perhatian khusus kepada keluarga Ismuhardi yang kurang mampu dalam melakukan pengobatan atas penyakit yang di derita adiknya itu.






