Mengapa Anies-Muhaimin?

Oleh: Yona Mardiona

Banyak yang kecewa atas keputusan Anies berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Ada yang bilang ini kawin paksa. Ada yang menuding ada peran rezim dibalik ini dan banyak lagi komentar bernada miring dan kecewa.

Namun tidak banyak yang tahu bahwa Anies dan Muhaimin sama-sama lulusan UGM asli.

Dan banyak yang lupa bahwa PKB adalah penguasa Jawa Timur lumbung suara ini yang dibutuhkan Koalisi Perubahan.

Selama ini Nasdem atau Surya Paloh, tak pernah abai akan hasil survey yang credible. Dia menyadari hasil survey Litbang Kompas terakhir menyatakan bahwa Anies unggul di DKI, Jabar dan Banten. Sedangkan di Jateng dan Jatim Anies berada diurutan ketiga dibawah Ganjar dan Prabowo.

Kondisi ini sudah diketahui sejak lama, bahwa Jatim dan Jateng kandanya Banteng. Namun di Jatim keperkasaan Banteng disaingi PKB. Karena itu Surya Paloh pernah mengusulkan Khofifah sebagai Cawapres, namun Khofifah tidak berani.

Saat ini adalah timing yang tepat untuk merangkul PKB. Cak Imin dan PKB ibarat cewek yang sudah lama ditaksir cowok, namun sayang dia sudah punya pacar. Ketika sang cewek ini galau karena tidak mendapat kejelasan statusnya dari sang pacar, saat itulah sang cowok yang naksir gerak cepat melamarnya, dengan kepastian status.
Timing itu diambilnya sebelum sang pacar ngajak balikan malam ini. Kini statusnya sebagai mantan.

Berdasarkan data Pemilu Legislatif 2019 Jawa Timur, PKB berada diurutan teratas bersama PDIP.

PKB memperoleh 4.209.000 (19,409%) dari total suara 21.684.724 suara.
PDI Perjuangan 19,407%
Partai Gerindra 11,05 %
Partai Golkar 10,02 %
Partai Nasdem 9,71%
Partai Demokrat 8,23 %
PPP 5,37 %
PKS 3.97%

Pos terkait