APJN.net|BANDA ACEH| Beredar photo spanduk bertuliskan, “Copot Pj Walikota Amiruddin, diduga Terlibat Kasus pengadaan tanah Nurul Arafah dan rumah dinas Sekda”.
Tampak dalam photo tersebut seorang pria berambut gondrong, berkaos oblong kuning, berada di dekat spanduk tengah memegang tali di ujung atas (kanan) spanduk, pagar beton, medio pekan lalu.
Entah apa gerangan yang sedang dilakukan pria tersebut. Apakah pria tersebut sedang mencopot spanduk ataukah memasang spanduk tersebut.
Intinya, belum bisa dipastikan keberadaan dan tujuan pria tersebut, tepat berada di depan spanduk bertuliskan, warna hitam huruf balok dan merah.
Dalam tulisan tersebut, meminta Pj kota Banda Aceh Amirrudin di copot dari jabatannya, karena diduga ikut terlibat dalam kasus pengadaan tanah Nurul Arafah dan rumah dinas Sekda.
Jika diamati ada keanehan dalam kasus tersebut. Pasalnya, mengapa kasus pengadaan tanah Nurul Arafah tersebut, dikait kaitkan dengan rumah Sekda.
Seperti yang terlihat dalam postingan photo yang beredar diaplikasi Whatshapp, belum lama ini.
Dalam photo yang diunggah tersebut, terlihat jelas tulisan menyatakan Pj Walikota Banda Aceh Amiruddin, terlibat dalam kasus pengadaan tanah Nurul Arafah.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum dapat mengklarifikasi, atas jawaban spanduk bertuliskan “Copot Pj Walikota Amiruddin, Terlibat Kasus Pengadaan Tanah Nurul Arafah dan Rumah Dinas Sekda.
Dilansir BITHE.co, dalam laman instagramnya, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan kalau aktor utama dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Zikir Nurul Arafah Islamic Center, belum terungkap
Sebelumnya, penyidik Polresta Banda Aceh sudah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu dua mantan aparat desa dan terakhir adalah Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh, berinisial MY.
Koordinator MaTA, Alfian menilai kalau penyidik belum mengungkap aktor utama dalam kasus itu, salah satunya ada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau Pengguna Anggaran (PA).
“Kita tunggu saja hasil penyelidikan pihak Polresta Banda Aceh, apakah benar tidaknya sumber informasi di spanduk tersebut,” ujar salah seorang warga.
Intinya, kita lihat saja nanti hasilnya, dan terus dilakukan pengawasan mulai dari penyidikan Polresta Banda Aceh hingga terkuaknya aktor utama dalam kasus tersebut. []






