Pengusaha Boh Itek Masen, E Ginting: Aceh Berpotensi Daerah Pengembangan Ternak Telur Itek

Pengusaha Boh Itek Masen Aceh (BIMA), Bapak E Ginting atau lebih dikenal dengan sebutan Ayah Cek, (kaos hitam) disela sela kesibukannya memproduksi Telur Itek Masen Aceh, Kamis (10/8/2023) | Dok Ist.

Hanya saja kita berharap bahan baku (telur itek) ada di Aceh. Karena hampir 80 persen telur itek yang diperoleh dari luar Aceh, bukan hanya dirinya, tetapi kawan kawan seprofesipun juga ikut merasakan hal yang sama.

Selanjutnya, dia membayangkan seandainya telur itek itu ada dari Aceh, berapa tenaga kerja yang bisa diserap, dan pendapatan untuk daerah, serta mengurangi pengangguran sehingga nominasi kita di Aceh bisa lah naik sedikit dari segi kemakmuran petani telur itek.

Lanjutnya, dia mengatakan bahwa sejauh ini pendapatan yang diperoleh bisa membiayai pendidikan anak anak-nya hingga menyelesaikan pendidikan sarjananya.

“Jika saya ingat, 13 tahun yang lalu, saya termasuk penyumbang pengangguran dan kemiskinan di Banda Aceh, bayangkan 4 jiwa saya bawa dari Medan ke Aceh, diantaranya saya, isteri dan kedua anak saya.

Tetapi, Alhamdulillah, hari ini saya yang dulunya salah satu penyumbang pengangguran dan kemiskinan itu sudah berubah. Karena saya dan isteri serta kedua anak saya, kini kita sudah bisa mandiri di Banda Aceh.

Bahkan kita membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Ada beberapa tenaga kerja yang sudah kita rekrut. “Lebih kurang ada 5 orang tenaga kerja tetap, selebihnya pekerja di luar tenaga kerja tetap yakni harian lepas,” ungkapnya.

“Salah satunya, hari ini kita pekerjakan dari warga setempat , ” paparnya.

Untuk itu, sebut pak E Ginting ketersediaan bahan baku sangat kita harapkan di Aceh, karena salah satunya dapat meningkatkan tenaga kerja dan membangkitkan prekonomian khususnya di Aceh. Sehingga petani perternak itek kita bisa bangkit dan maju untuk mengembangkan usaha pertenakannya.

Pos terkait