Pengusaha Boh Itek Masen, E Ginting: Aceh Berpotensi Daerah Pengembangan Ternak Telur Itek

Pengusaha Boh Itek Masen Aceh (BIMA), Bapak E Ginting atau lebih dikenal dengan sebutan Ayah Cek, (kaos hitam) disela sela kesibukannya memproduksi Telur Itek Masen Aceh, Kamis (10/8/2023) | Dok Ist.

Lanjutnya, dia mengatakan kejatuhannya, itu karena mismanajemen. “Ya saya pikir itu memang kehendak Allah, sekitar 25 tahun yang lalu,” paparnya.

“Setelah jatuh itu, saya hijrah ke Banda Aceh, sekitar tahun 2009/2010. Alhamdulillah, kini usaha saya itu sudah bangkit kembali,” ucapnya.

Artinya, sudah 14 tahun dirinya, menetap di Banda Aceh. Dan saya mulai bukan dari nol, tapi minus nol ,” paparnya.

“Kalau nol itu, masih adalah isinya, tapi kalau minus nol, saya pikir itu memang sudah tidak ada sama sekali.

Untuk itu, kata pak E Ginting tidak ada alasan untuk sekarang ini kita tidak buka usaha. “Waktu itu, saya pernah katakan kepada kawan kawan, mengapa tidak buka usaha saja. Karena bagi saya nol itu masih memiliki nilai, kecuali minus nol, yang memang sama sekali tak lagi memiliki isi.

Hal tersebut, yang selalu disampaikannya kepada kawan kawan. “Bagi saya nol itu masih memiliki nilai dibanding minus nol, yang saya pikir itu memang sama sekali tidak lagi memiliki nilai apa apa lagi,” jelasnya.

Ia mengatakan, seperti kejatuhan yang pernah dirasakannya, beberapa tahun yang lalu, namun dirinya tidak pernah putus asa hingga sekarang ini terus bangkit memperbaiki kekurangan kekurangan yang dulunya pernah dirasakan.

Saat ini usaha Boh Itek Masen Aceh, yang saya jalankan sekarang ini bisa saya katakan sudah berjalan bagus. Hanya saja kendalanya, adalah pasokan bahan mentahnya itu. Kita masih menerima pasokan dari luar Aceh.

Meski secara perhitungan, kos dari biaya biaya yang kita keluarkan bisa dikategorikan secara ekonomi masih bisa bekerja dan mendapatkan keuntungan yang memadai.

Pos terkait