Polda Aceh Gelar Apel Kebangsaan Keutuhan NKRI

Apel Kebangsaan di lapangan Mapolda Aceh, di pimpin langsung oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Drs. Raden Purwadi, S.H, mewakili Kapolda Aceh, dan Kapoksahli Kodam IM Brigjen TNI Bambang Indrayanto mewakili Pangdam IM, Jum'at (30/4/21)

Wakapolda juga menyampaikan dampak pandemi Covid-19 yang saat ini telah membawa perubahan secara signifikan kedalam seluruh aspek kehidupan.

“Situasi darurat kesehatan yang pada akhirnya berdampak juga pada pertumbuhan ekonomi menjadi suatu ancaman keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat yang harus ditangani bersama-sama dengan seksama,” sebut Wakapolda.

Wakapolda juga menambahkan, bahwa persoalan intoleransi dewasa ini masih menjadi ancaman bagi keutuhan nusa dan bangsa.

“Aksi tindak pidana terorisme kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia, melalui kelompok jaringan dan menjadikan bagian eksistensi dari para pelaku demi memecah belah kesatuan bangsa,” paparnya.

Menurut Wakapolda, dengan munculnya aksi kelompok kriminal bersenjata di wilayah Papua dan Papua Barat, saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat Indonesia.

Untuk itu, kata Wakapolda, Apel kebangsaan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran bertujuan untuk memupuk rasa soliditas dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan serta kecintaan terhadap bumi pertiwi Indonesia.

“Apel kebangsaan ini merupakan komitmen untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” terang Wakapolda.

Wakapolda menyebutkan, meskipun bangsa Indonesia memiliki keberagaman dengan perbedaan suku, budaya, bahasa, agama dan adat istiadat, namun di tengah perbedaan itu tetap bersatu padu dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

“Momentum Apel kebangsaan ini diharapkan dapat memperkokoh semangat kebersamaan persatuan dan kesatuan bagi seluruh pihak dan lapisan masyarakat Aceh agar terhindar dari paham intoleran yang dapat memecah belah bangsa serta menguatkan rasa kebersamaan dan mengingatkan seluruh anak bangsa tentang kebhinekaan, bergotong royong dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, dan menjaga segenap tumpah darah Indonesia dari perpecahan, perselisihan dan hal-hal yang dapat melukai Pancasila dan semangat kebhinekaan,” sebut Wakapolda, dalam amanat tertulis Kapolda.

Pos terkait