APJN.net -JAKARTA -| Polri Berhasil mengungkap peredaran 25 ton, narkoba jenis sabu, jaringan asal internasional Timur tengah, Malaysia dan Indonesia.
Pengungkapan tersebut dilakukan Tim Gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh bersama Kanwil Bea Cukai Aceh dan Satgassus Polri.
“Kami ungkap kurang lebih 2,5 ton narkoba sabu asal Timur Tengah, Malaysia yang masuk ke Indonesia,” kata Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo, dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara, Rabu (28/4/2021).
Selanjutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pengungkapkan itu berasal dari tiga lokasi yang berbeda.
Pertama, merupakan Joint Operation antara Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Ditreskoba Polda Aceh dan BC Kemenkeu RI berikut Ditjen PAS Kemenkumham RI dengan BB Sabu seberat 1,278 kg dan berhasil menahan 8 org tsk dg TKP di Parkiran Ali Kopi Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh, dan Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar.
Kedua, oleh Satgasus Merah Putih berada di Lorong Kemakmuran, Kecamatan, Meureubo, Kabupaten, Aceh Barat, Provinsi Nangroe Aceh
Darussalam, dengan barang bukti seberat 1.267 Kilogram dengan 10 org tsk termasuk dari TKP ketiga di Pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring Jakarta Barat.
Jelas Sigit, pada pengungkapan tersebut, aparat menangkap 18 orang tersangka, dengan rincian 17 diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Asing (WNA) Nigeria. Bahkan, salah satunya harus diberikan tindakan tegas dan terukur atau tembak mati.






