BNPT dan FKPT Aceh Libatkan Aksi Musik Anak Bangsa Cegah Radikalisme

10 grup musik di Banda Aceh bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan FKPT menggelar "Aksi Musik Anak Bangsa," di Banda Aceh, Kamis (15/6/2023)| Dok Ist

APJN.net, BANDA ACEH | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak generasi muda menangkal radikalisme, ekstremisme, dan terorisme melalui kegiatan “Aksi Musik Anak Bangsa,” di Ponten Kafe di Kawasan Peunayong Kuliner Riverwalk, bantaran sungai Krueng Aceh, Banda Aceh, Kamis (15/6/2023).

Kegiatan bertajuk “berakit rakit ke hulu berenang renang ketepian, bermusik musik dahulu jaga bangsa paling depan,” diramaikan oleh 10 grup musik anak bangsa (aksi bang).

Hadir dalam kegiatan tersebut seratusan peserta dan Nara sumber Nanang Henry Priyanto, sebagai juri, Joe Samalanga.

Sementara itu, KaSubdit pemberdayaan masyarakat (BNPT) melalui kasi pengamanan lingkungan pemerintah, Adytias Pranowo, mengatakan desa peunayong merupakan desa toleran, damai dan saling menjaga satu sama lain.

“Semoga desa peunayong ini menjadi contoh dari daerah lainnya di Aceh sebagai kota penangkal paham radikalisme, ekstremisme, dan terorisme,” ujarnya.

Lanjutnya, BNPT dan FKPT  mengucapkan terimakasih dan hormat setinggi tinggi kepada para peserta yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.

Dia mengatakan bahwa musik sebagai ungkapan seseorang dalam menyampaikan aspirasinya. Musik juga sebagai pendorong pemuda menangkal bahahaya paham radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Kegiatan ini merupakan partisipasi masyarakat bersama BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) serta 10 pemusik anak anak muda untuk bersama sama menjaga aksi radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut untuk masa masa berikutnya,” ujarnya.

Selanjutnya, dia juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya pencegahan terorisme, ekstremisme, dan terorisme serta mengembangkan karakter cinta Tanah Air melalui media musik pada masyarakat dengan melibatkan peran pemuda.

Kemudian itu, dia juga mengatakan untuk menangkal propaganda radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, menurutnya, generasi muda wajib memiliki kecerdasan tanpa mengurangi kreativitas untuk berprestasi, salah satunya melalui musik.

Melalui lagu bertema kebangsaan, generasi muda bahkan mampu berperan memelihara kesatuan dan persatuan bangsa di tengah berbagai perubahan nilai moral dan sosial yang melanda dunia.

“Pemuda sebagai subjek aktif yang harus memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya ekstremisme dan terorisme serta mampu mengambil peran aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan bangsa,” ujar Adytias Paranowo.

Selain menangkal radikalisme, ekstremisme, dan terorisme dia menilai kegiatan bermusik dapat mengalihkan perhatian generasi muda dari cemaran beragam konten barnuansa kekerasan yang belakangan ini banyak tersebar melalui platform media sosial.

“Jadi mari lewat musik kita melakukan suatu keindahan dan kedamaian,” kata dia.

Festival musik “Aksi Musik Anak Bangsa” atau dipopulerkan sebagai “Asik Bang” itu diikuti lima grup band dan lima peserta penyanyi solo yang membawakan lagu bertema perdamaian, kebhinekaan, dan cinta Tanah Air.

Dari ajang itu, “Kodoku Band dan Farhan untuk kategori Solo lolos sebagai nominasi untuk berlaga di tingkat nasional mewakili Aceh. [red05]

Pos terkait