Taufik Abdul Rahim: Achmad Marzuki Bukan Rekomendasi DPR Aceh

Pengamat Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Abdul Rahim | Dok Creenshot Ist

Jadi, sebutnya bahwa Pj Gubernur Aceh itu bukan keinginan DPR Aceh semata, namun sudah direkayasa sebelumnya.

“Kan ada kepentingan integrasi nasional di Aceh ini. Ada oligarki policy di Aceh dan itu adanya di pusat,” jelasnya.

Sambungnya, mereka (pusat) yang mempermainkan semua kebijakan kebijakan politik hingga dilanggarnya UUPA.

Dampak Politik Hari Ini Susahkan Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, dalam kesempatan itu, Taufik Abdul Rahim, mengatakan bahwa dampak politik hari ini semua dirasakan oleh masyarakat.

“Masyarakat merasakan ketidakpastian kehidupan politik, ekonomi, sosial , dan budaya. Sementara elit diam saja, karena mereka sudah punya slotnya dan penerimaannya sendiri,” lanjutnya.

Sedangkan rakyat, apa yang dapat dirasakannya hari ini. Mereka pada pontang-panting cari pendapatan. “Dan itu lah dampak ril yang dihadapi masyarakat, termasuk ekonomi ril yang hari ini juga semakin semrawut,” jelasnya.

Kemudian hal itu juga belum lagi kita bicarakan tentang peredaran uang di Aceh serta tingkat pertumbuhan prekonomian masyarakat yang hari ini kita melihatnya di Aceh masih sangat lemah, dan lain sebagainya.

Kecuali, bagi para elit, katanya, karena bagi mereka tidak terasa, tetapi coba langsung saja berhadapan dengan masyarakat akar rumput. Banyak sekali persoalan yang hari ini, secara pendapatan ekonomi masyarakat masih sangat kesulitan.

“Ada yang belum laku ketika berjualan, belum dapat tarik bagi jasa transportasi, dan sebagainya,” tutur Taufik menjelaskan.

Pada umumnya, masyarakat banyak yang mengeluh, mereka belum dapat ini, belum dapat itu. Artinya banyak sekali persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat hari ini.

Pos terkait