Makanya, tak mungkin kita harus membuka dua jalan, yakni satu jalan ke surga dan satunya lagi jalan menuju ke neraka.
“Tak mungkin kita harus buka dua jalan, yakni keuangan Syariah dan konvensional. Karena di hari akhir nanti ketika ditanya oleh malaikat, pasti kita enggak bisa menjawabnya.
Namun, jika kita buka satu jalan ke surga saja, juga orang Aceh belum mau bermuamalah secara syariah itu ada bab bab lainnya. Kemungkinan didalamnya bab ustadz, bab dunia pendidikan dan sebagainya.
“Tapi kalau kita sudah punya kewenangan masih juga membuka dua jalan itu susah sekali ketika kita menjawab pertanyaan pertanyaan malaikat.
Bahkan sebaliknya, ketika kita buka satu saja jalan, dan orang orang Aceh belum melaksanakan muamalah syariahnya, maka masih ada kemungkinan kita bisa menjawabnya.
Kita sadari, bahwa memang masih banyak yang harus kita benahi dan menjawabnya. Namun, setidaknya kita masih bisa menjawabnya. “Nah, ini pun menjadi sebuah tantangan besar yang harus bisa kita hadapi. Karena itu adalah sebuah amanah yang saya pikir harus kita jalankan,” katanya.
Untuk dapat kita pahami bersama, lanjutnya bahwa perjuangan untuk menjalankan muamalah syariah itu perlu kekuasaan politik yang sungguh sungguh agar semuanya bisa berjalan secara baik. [red05]






