APJN.net, BANDA ACEH – Aceh enggak maju- maju, bagaimana mau maju kalau pemerintahannya koruptor. Apalagi pemerintahan tingkat desa, belum lagi pemerintahan tingkat kecamatan, kabupaten /kota hingga provinsi.
“Jangan tanya sama kami mana buktinya kami korupsi. Karena kami tidak ngerekam pada saat kalian makan uang rakyat. Cukup tunjukan kepada kami saja, mana buktinya kalau kalian mengelola dana Otsus dengan baik dan benar,” ujar Miss 349Tweet, dalam Video berdurasi 3 menit, dilansir Tweet @Aceh pada Kamis (4/5/2023).
Hasilnya mana? Bangun infrastruktur? Infra struktur yang mana ? Sifatnya ghoib enggak bisa dilihat dan enggak bisa dirasakan, atau fokus mensejahterakan rakyat ! Rakyat yang mana? Rakyat yang di rumah kalian? Eum,” kritiknya.
Lanjutnya, kalau kalian (Pejabat Aceh) mengelola dana Otsus dengan baik dan benar enggak mungkin Aceh mendapatkan julukan provinsi termiskin di sumatera. Enggak mungkin Aceh mendapat julukan rangking ketiga belas provinsi terkorup di Indonesia.
“Apalagi saya mendapatkan info bahwa tahun 2027 adalah tahun terakhir kita (Aceh) mendapatkan dana Otsus,” katanya, menambahkan.
Sesuai dengan undang undang 2006 nomor 11 /2028 kita (Aceh) tidak ada lagi dana Otsus. Bayangin, Pemerintah Aceh mendapatkan dana Otsus saja endak sanggup membuat Aceh berkembang maju. Apalagi kalau dana Otsusnya sudah ditiadakan.
Apakah kalian sudah menyiapkan alternatif cerdas dan waras lainnya, untuk menghadapi undang undang tersebut. “Jangan sampai gara gara ketidak becusan kalian masyarakat Aceh yang harus menanggung derita, atau mau mengandemenkan undang undang?
“Kalian pikir untuk mengamandemenkan undang undang itu butuh waktu yang singkat,” sambungnya.
Sudah terlambat, ucapnya, kemarin-kemarin kalian kemana aja? tidur, ngantuk ? Makanya, jangan ditambah lagi sebahagian masyarakat Aceh berkoar- koar ingin merdeka dari Indonesia.
Logika aja, katanya menambahkan, bahwa Pemerintah Aceh mengurus desa saja tidak becus, apalagi mengurus Aceh sebagai negara.
“Kita bisa melihat pengalaman pengalaman di masa lalu, bahwa masyarakat Aceh rela saling ‘membacok’, berantem sesama partai demi kekuasaan. Mungkin pejabat Aceh itu bakal gagal jadi pembina, tapi sukses jadi koruptor,” tukasnya.
Agama paham, korupsi tetap jalan. Bener atau bener? tanyanya. Atau uangnya untuk bangun jalan dan mesjid. “Emangnya setiap tahun kalian bangun jalan dan mesjid ? eum…! tutup Akun Miss Tweet yang telah dilihat capai 50,8K. [sumber Tweet@Aceh]






