YARA Desak DLH Nagan Raya Serius Usut Matinya Ribuan Ikan di Krueng Nagan 

Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Nagan Raya, Hamdani. Foto/Ist

“Bahaya Merkuri pada tubuh manusia bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang cukup serius, meskipun dalam kadar rendah,” terangnya.

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa keracunan Merkuri non-organik bisa mengakibatkan gangguan fungsi saraf, paru-paru, hati, ginjal dan jantung hingga dapat menghambat perkembangan janin.

Lanjutnya, dampak dari Merkuri organik dari bentuk Metyl Mercury bisa masuk ke dalam plasenta dan menghambat perkembangan janin pada wanita yang sedang hamil.

Sehingga dapat mengakibatkan cacat bawaan pada bayi, merusak DNA dan mengganggu aliran darah yang menuju otak, menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan kemungkinan dampak dari bahaya Boraks bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi terus menerus karena terkontaminasi pada ikan di perairan yang tercemar dalam jumlah besar, antara lain;
– Kejang dan gangguan saraf
– Infertilitas atau gangguan kesuburan
– Kanker, misalnya kanker hati dan kanker usus besar
– Produksi urine turun atau tidak keluar urine sama sekali (anuria).

Selain itu, berbagai dampak bahaya bagi manusia dari limbah Mercuri dan Boraks antara lain, jika terhirup bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya, seperti paru paru, saraf dan jantung, serta bisa menimbulkan cacat permanen bawaan pada keturunan, karena merusak DNA dan fungsi otak, dan jika kandungan boraks dikonsumsi melalui ikan yang tercemar limbah tersebut, maka bisa berakibat kanker, anuria, infertilitas dan gangguan saraf.

Untuk itu, YARA meminta agar DLH Nagan Raya, perlu melibatkan tim Kementerian LHK dan Dinas LHK Provinsi untuk menguji penyebab matinya ikan tersebut dengan pengambilan sampel air di aliran sungai tercemar, jika tidak diambil pada saat kejadian bisa tidak efektif karena air tercemar akan dibawa mengalir menuju ke laut sehingga hasilnya tidak efektif.

Pos terkait