YARA Desak DLH Nagan Raya Serius Usut Matinya Ribuan Ikan di Krueng Nagan 

Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Nagan Raya, Hamdani. Foto/Ist

APJN.net, NAGAN RAYA– Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Nagan Raya, Hamdani mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya, serius usut penyebab matinya ribuan ikan air tawar di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), Krueng Nagan, yang terjadi sejak Senin pada (24/4/2023).

Menurutnya, DLH Nagan Raya perlu melakukan uji kebenaran akibat dari hujan lebat dan angin kencang di daerah tersebut.

YARA menduga, matinya ribuan ikan tersebut berpotensi terjadi bisa dari kegiatan pendulangan emas Ilegal atau penambangan Ilegal lainnya yang menggunakan bahan kimia atau B3 Ilegal.

Sehingga sebut Hamdani, dapat menimbulkan pencemaran aliran sungai dari buangan limbah B3 yang tidak sesuai ketentuan dan mekanisme, seperti penggunaan bahan B3 untuk kegiatan pendulangan emas, yaitu mercuri dan boraks.

“Kami minta ini serius diusut tuntas, karena kami mencurigai matinya ikan di DAS Krueng Nagan imbas dari penambang ilegal yang beroperasi di Nagan Raya yang sudah menjadi rahasia umum.

Dimana, lanjut Hamdani, penambangan tersebut tanpa kontrol pemerintah terhadap lingkungan dan penggugat bahan berbahaya, seperti limbah B3 yang dihasilkan dari penggunaan Mercuri dan Boraks.

Dampak Bahaya Merkuri Bagi Manusia

Sementara itu, Hamdani menyampaikan dampak bahaya Merkuri bagi manusia, antara lain keracunan, dimana manusia bisa mengalami keracunan Merkuri dari proses penghidupan, seperti menghirup udara dari Merkuri secara langsung atau bisa melalui sistem rantai makanan.

Sambungnya, seseorang yang mengkonsumsi jenis makanan, seperti ikan atau biota perairan lainnya yang telah terkontaminasi merkuri bisa menyebabkan keracunan atau terserang suatu penyakit berbahaya lainnya, berupa gangguan kesehatan.

Pos terkait