Ascyar, menyebut bahwa harga yang dijual itu tidak menyalahi harga HET yang di subsidikan pemerintah. “Dan harga yang di jual kepada petani itu sudah diizinkan dari tim pengawasan harga di kabupaten, dan untuk Gayo Lues ada 24 kios, semuanya satu harga,” ucapnya.
Sementara itu, Fahrul, selaku pihak dari distributor Phonska, menyebutkan bahwa tidak ada alasan baja subsidi dijual di atas Het. “Harus sesuai HET, kalau emang ada harus disidak untuk yang nakal,” tegasnya, menyampaikan.
Sambungnya, menyebut hal itu terjadi, dikarenakan lemahnya pengawasan dan evaluasi dari pihak terkait terhadap pendistribusian dan pengontrolan harga pupuk subsidi.
Sehingga mengakibatkan para petani harus menjerit saat musim tanam tiba, akibat tingginya harga jual pupuk subsidi di Gayo Lues, hingga terkesan seolah olah bupati dan Dinas terkait tutup mata terhadap penderitaan para petani karena maraknya harga jual pupuk subsidi yang diduga diperjual belikan diatas Harga Eceran Tertinggi.
Untuk itu petani berharap sebab dan penyebab tingginya harga jual pupuk subsidi di Gayo Lues, itu akan jadi tugas Pj Bupati Gayo Lues yang baru. “Supaya petani yang ada kabupaten Gayo Lues khususnya bisa menikmati yang namanya subsidi dari pemerintah untuk petani,” ungkapnya. [ardi/red]






