Salah satu peserta pelatihan, Firdaus Syahputra Nst, juga sebagai Sekdes Gampong Suak Indrapuri, mengatakan bahwa pelatihan ini telah membuka wawasan betapa pentingnya upaya dari komunitas masyarakat agar dapat melakukan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Ia juga menyebut setelah pelatihan, pihaknya akan membahas hal tersebut lebih lanjut ditingkat gampong untuk memanfaatkan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki.
“Kita akan menyusun strategi agar keluarga dan komunitas gampong menjadi tempat yang aman dan ramah terhadap anak,” ucapnya.
Peserta lainnya dari unsur Pendamping Lokal Desa, Giyanto juga menyampaikan bahwa kegiatan itu sangat bermanfaat karena keberadaan fasilitator dapat berperan untuk upaya mengubah perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak.
Menurutnya, selama ini ada kecenderungan perubahan perilaku di masyarakat, di mana tingkat kepedulian sosial semakin menurun termasuk terhadap persoalan-persoalan anak.
Diharapkan setelah pelatihan ini keberadaan fasilitator sebagai salah satu sumberdaya yang dapat berperan untuk mewujudkan perubahan perilaku masyarakat agar terciptanya lingkungan yang kondusif dan aman terhadap anak dengan meningkatkan kepedulian dan detiksi dini terhadap situasi kerentanan yang dialami anak.
Sementara itu dari suara forum anak, Nita Fajrin, yang berasal dari Forum Anak Gampong Peunaga Rayeuk, mengatakan bahwa pelatihan itu telah membuka wawasan bagi mereka sebagai anak.
Menurutnya, digampong mereka perlu didukung sepenuhnya oleh pemerintahan gampong agar dapat melakukan berbagai kegiatan kreatifitas positif, sehingga anak-anak tidak terlibat pada kegiatan yang menjurus kepada hal-hal negatif.






