Dengan kehadiran pihak dinas dan puskesmas, atas nama pimpinan DPRK Banda Aceh Farid berharap, Zikra bisa segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh ahli.
“Kita harap ananda Zikra bisa mendapatkan penanganan terbaik, saya minta Pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan untuk mengawal pengobatan Zikra,” katanya.
Politisi PKS ini menegaskan, Zikra harus mendapatkan pelayanan yang terbaik dari pemerintah agar bisa kembali bersekolah dan mengukir prestasi demi mencapai cita-citanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada aparatur gampong, keuchik, kadus dan puskesmas, dinas dan kepala sekolah beserta guru yang sudah ikut membantu dan memperhatikan kondisi Zikra,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman SKM Mkes, mengatakan, pihaknya sudah mengarahkan untuk prosedur penanganan perawatan dan pelayanan kesehatan mulai dari rumah sakit tipe C yakni RS Pertamedika. Jika ada penanganan lebih lanjut akan terus didampingi oleh pihak puskesmas untuk kelancaran pelayanan kesehatan bagi Zikra.
“Kita berupaya agar Zikra bisa kembali bersekolah, tapi semua itu akan kita kembalikan ke dokter ahli untuk menentukan, karena di situ ada dua kemungkinan persoalan, pertama fraktur (patah) pada tangannya ketika jatuh setahun yang lalu atau ada penumbuhan sel yang tidak wajar di sekitar tulang belakang,” katanya.
Sementara itu, Keuchik Peuniti, Kamaruddin Latief, mengatakan, pihaknya merasa prihatin dan baru mengetahui kondisi Zikra kemarin setelah mendapat informasi dari Kepala SDN 3 Banda Aceh. Setelah itu, ia bersama aparatur desa merespons cepat dengan membesuk Zikra di rumahnya.






