Masih menurut Heri Julius, jika terkait adanya SP2D lain yang masuk belakangan sudah dibayarkan itu tidak mungkin, paling tidak pihak rekanan menunggu antrian, ya bersabarlah.
Kata Heri, Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Walikota Bakri Siddiq sangat komit dalam upaya penyehatan kondisi keuangan.
“Dan Pj Walikota, telah menginstruksikan kepada BPKK untuk melakukan rasionalisasi terhadap APBK 2022,” ucapnya.
Apalagi sebutnya, percepatan anggaran yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat sudah dilakukan, dan sudah tertampung dalam anggaran perubahan tahun ini dan telah disepakati bersama legislatif.
Menurutnya, Alhamdulilah, kondisi keuangan Pemko Banda Aceh sudah semakin sehat. Salah satunya bisa dilihat dari pencairan TPP dan ADG setelah sebelumnya macet berbulan-bulan.
“Insha Allah, kita harapkan bersama SP2D 2022 bisa selesai dalam waktu dekat, sebut H Heri Julius.
Diakuinya, memang sejak ditinggalkan pemko dihadapkan dengan masalah utang yang ditinggalkan pejabat sebelumnya. Sehingga banyak kegiatan yang harus diselesaikan oleh Pj Walikota Bakri Siddiq. Namun demikian tak ada proyek yang dipaksakan pekerjaannya.
“Meskipun hari ini, Pj Walikota Bakri Siddiq yang harus menanggung semua warisan utang peninggalan masa lalu yang ditinggalkan pejabat sebelumnya,” ungkap ketua DPD NasDem kota Banda Aceh ini.
(red)






