Usman Lamreung Sebut Managemen BPKS Masih Belum Sembuh Dari Sakit, Malah Semakin Parah 

Pengamat sosial dan politik dari Universitas Abulyatama (Upaya), Usman Lamreung. (Dok Ist)

APJN.NET- BANDA ACEH– Pengamat sosial dan politik dari Universitas Abulyatama (Unaya), Usman Lamreung, mengatakan dibawah Kepemimpinan Managemen Saat ini, BPKS Masih Belum sembuh dari sakit, malah bertambah parah sakit managemen internal.

Menurutnya, konflik managemen internal BPKS acap kali terjadi, seperti konflik antar deputi, deputi dengan wakil Kepala, Deputi dengan kepala, konflik para deputi dengan direktur hingga staf biasa, menyebabkan tidak solid managemen internal, mempengaruhi koordinasi, komunikasi, sampai berpengaruh pada kinerja.

Padahal sambungnya, Kepala, Wakil Kepala dan Deputi BPKS silih berganti, namun Sabang dan Pulo Aceh tak kunjung berkembang, malahan muncul banyak program bermasalah seperti, pembangunan Dermaga Jety CT-3, Pelabuhan Perikanan belum fungsional, Investasi tak kunjung hadir, masalah pembangunan jaringan air bersih di pulau Breuh dan lainnya.

Sehingga masyarakat menjadi heran dan bertanya, kenapa silih berganti managemen internal BPKS, namun masih tetap tidak mampu menyelesaikan masalah internal ?

Kenapa begitu sulit managemen internal dikendalikan? Apakah ada intervensi kekuasaan, sehingga managemen internal BPKS sulit dikendalikan?

Kabarnya dari berbagai sumber menyebutkan bahwa ada dugaan persoalan demi persoalan diawali dari rekrutmen pegawai yang tidak terbuka, tidak profesional, dan sangat tertutup,

“Kabarnya lagi, rekrutmen pegawai diterima melalui pintu belakang alias rekomendasi pejabat tertentu atau yang dekat dengan kekuasaan,” ungkap Usman Lamreung, Jumat, (2/11/2022).

Pos terkait