Dirinya juga menyampaikan kepada keluarga almarhum bahwa Ramli Husen, seorang putra Aceh yang baik, jujur serta bersih.
“Kita butuh pengacara / advokad jujur dan bersih. Hari ini kita lepas penasehat kita. Kita sebagai saksi bahwa beliau adalah pengacara yang baik, penasehat hukum yang berjuang untuk keadilan masyarakat,” ucapnya.
Ramli Husen meninggal dunia, Sabtu (29/10), setelah sebelas hari dirawat di Rumah Sakit umum Zainal Abidin Banda Aceh dengan kondisi tanpa sadarkan diri karena ditabrak oleh pengendara roda dua, yang dikendarai seorang wanita ketika keluar dari arah pintu mobil hendak ngopi di warung topik Ketapang, Aceh Besar.
“Saat itu adik satu mobil bersama Abi, lalu ketika Abi hendak ngopi di warung topik Keutapang, Abi memarkirkan mobil dipinggir jalan, ketika Abi membuka pintu mobil dan keluar hendak menyeberang, pengendara roda dua (wanita) dari arah depan melaju menabraknya hingga Abi terjatuh bersama kendaraan yang dikendarai wanita tersebut,” ujar putra sulungnya, Senin, (31/19/2022) sore di kediamannya.
Lalu, katanya bersamaan dengan itu lokasi kejadian sudah dipenuhi masyarakat hingga tanpa disadari wanita pengendara roda dua tersebut pelan pelan menyelinap pergi.
Selanjutnya, Abi dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan tanpa sadarkan diri hingga hari kesebelas diruang ICU, Abi menghembuskan nafas terakhir.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, alamat pemilik kendaraan roda dua yang dikendarai penabrak dengan BL No Polisi xxxx, mengaku bahwa kendaraan tersebut bukan lagi miliknya karena telah dijual kepada orang lain melalui agen.
Sedangkan agen yang dimaksud tersebut juga tidak diketahuinya lagi, termasuk alamat pembeli kendaraan roda dua miliknya yang telah di jual tersebut. Sehingga penabrak tersebut hingga kini belum diketahui alamatnya. [red]






