APJN.NET- ABDYA- Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Aceh Barat Daya, Akmal Al-Qarasie, mendesak pihak berwenang untuk menghentikan operasional tambang PT JUYA.
Pihak Dinas Pertambangan dan Energi Aceh serta kepolisian juga diminta untuk melakukan audit Investigasi mendalam atas meninggalnya seorang pekerja tambang yang tertimbun longsor.
Akmal menduga selama ini PT JUYA menjalankan operasional tambang secara asal-asalan, tanpa mempertimbangkan dan menerapkan aturan pertambangan yang baik dan benar.
“Termasuk operasional pengangkutan bahan tambang, operasional pelabuhan hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pengelolaan baku muti lingkungan,” tuturnya.
Ia mengingatkan, jika pemilik PT JUYA tidak memiliki modal yang cukup untuk menerapkan Good Mining Praktis yang baik dan benar sesuai aturan. Sebaiknya jangan memaksa jadi pengusaha tambang dari pada tambangnya menjadi tempat dengan resiko tinggi hingga terjadi kematian dan pencemaran lingkungan.
Sebagai konsekuensi atas meninggalnya salah satu pekerja di lokasi tambang, ia meminta seluruh kegiatan operasional tambang dihentikan. Inspektur tambang wajib melakukan investigasi.
Menurutnya, jangankan PT JAM yang kecil itu, Freeport yang terbesar di dunia itu juga harus dihentikan jika terjadi fatality atau kematian. Karena mindset kecelakaan di tambang itu, dari 100 persen penyebab kematian di area tambang, toleransi penyebab dari takdir hanyalah 1 persen, sisa nya 99 persen harus jelas apa penyebab nya, apa kondisi yang tidak aman nya dan lain sebagainya.






